PUBER……..? PENYAKIT !


PUBER……..?  PENYAKIT  !
    Dari waktu ke waktu manusia hidup selalu belajar dan belajar ,pada hakekatnya tidak ada manusia yang sudah pinter,karena  tiap waktu  selalu ada hal-hal baru yang perlu di atasi dan di selesaikan dengan baik,bahkan seringkali masalah yang sama yang sudah teralami tetapi  cara penyelesaian yang berbeda, itulah hidup……..! demikian  menurut seorang perempuan yang  mengangagap sering mengalami hal-hal yang baru dalam hidupnya.
20 tahun sudah saya berumahtangga……..seorang perempuan  bergumam sambil menghela napas……..
Seolah-olah ada sesuatu menghimpit bathinnya,bisakah  saya bertahan sampai akhir hayat ……pertanyaan yang selalu menghantui dalam naluri seorang wanita.
Disaat senggang menerawang  jauh ke belakang  20 tahun yang lalu,di mana hati seorang wanita yang bersih dan polos untuk mengayuh  bahtera rumahtangga yang  bahagia dan  sejahtera, di kejutkan oleh  berita yang menggetarkan hati  sekaligus melukai, bu…….si bapak sering ngobrol di sini sama bu wada ,…..seorang tukang warung  dengan polosnya memberitahu tentang suamiku dengan tetangga dekat,saya sedikit kaget ,sekaligus  bertanya ,apa yang di obrolin suamiku dengan bu wada, oh….gitu ,tapi saya tidak jauh berfikir,selesai belanja saya langsung ke rumah lagi.
Sudah beberapa hari  setelah kejadian itu,saya bermaksud main ke tempat suamiku bekerja, dengan membawa anak yang pertama usia 2 tahun dan yang kedua baru usia 6 bulan, sangat dekat jarak usia anak pertama dengan anak yang kedua, tidak di sangka bos suamiku mengajak ngobrol , bu….ada seorang ibu yang namanya wada ,tetangga? Ya….ada kenapa gitu bu ? kebetulan bos suamiku perempuan, dia sering menelepon ke sini lama…sekali kalo nelpon  sama pak wayan, lagi-lagi saya bilang oh…..gitu.malu sekali sat itu dan seolah-olah dunia mentertawakan saya yang berambisi  membina rumahtangga sejahtera dan bahagia,di rumah saya bertanya  sama suami ,alasannya tidak masuk akal,rasanya  saya mau terbang ke rumah orangtua tapi saya punya perasaan kasian  sama orang tua , pasti akan menjadi beban pikirannya,tapi saya ingin melegakan hati ,akhirnya saya pergi ke tempat bibi dan paman di sana memang saya agak ter hibur tapi tetap hati tak bisa di bohongi,resah…….suamiku menjemputnya ,apa daya saya ikut pulang,sejak itu ketidak yakinan selalu menghantui,hilangnya kepercayaan diri untuk menyongsong masa depan.

       Anak-anak semakin besar,yang paling besar usia 8 tahun,yang ke dua  6 tahun,yang ke tiga 5 bulan dalam kandungan,suamiku berusaha untuk menambah ilmu,saya sangat mendukungnya, kebetulan saya sudah bekerja,sedikitnya bisa membantu resiko keluarga. Suamiku bermaksud menengok orang sakit di rumahsakit,beserta rombongan tetangga  berangkat pagi-pagi,sekitar jam 12.00 rombongan sudah pulang  lagi,tapi suamiku ko belum pulang , pak….suamiku kemana? Saya bertany kepada salah seorang  dari robongan itu,…tadi turun di jalan katanya mau ke teman dulu……itu jawaban dari bapak ter sebut. Sampai tengah malam saya dan anak-anak menunggu,belum juga pulang,sampai pagi menjelang, saya beusaha menelepun saudara dan temannya,bahkan ke orangtuanya,tetapi mereka tidak tahu. Menjelang sore , baru dia pulang, seperti biasa saya bertanya ,dan jawabannya tidak membuat saya yakin bahwa suamiku menyelesaikan tugas kuliahnya,saya tidak tinggal diam ….berdoa dan berdoa semoga yang maha kuasa selalu melindungi saya .Saat waktunya membayar telpon saya minta rekening korannya,ternyata banyak sekali no telepon yang sama  pada jam malam setelah saya dan anak-anak tidur, yang maha kuasa tidak menghendaki  umatnya teraniaya. Temanku meminta untuk di antar menengok temannya yang sakit, saya antar…….tak disangka ke tempat /komplek  teman suamiku yang ada alamatnya di buku diarynya, saya Tanya  ke penjaga pos perumahan , pa…..rumah siapa itu ? sambil saya tunjuk rumahnya,….oh rumah pak pensiunan ABRI pak oman, ada siapa saja di rumah itu? ….ada anaknya yang masih gadis tapi sudah tua belum menikah ,namanya  Wida,…ada apa bu?, penjaga balik bertany, ga…..barangkali aja mau di jual,saya terpaksa berbohong,untuk menghilangkan kecurigaan pak penjaga.,makasih pak….,saya bermaksud pulang.
Semua ada kaitanya waktu menghilangnya suamiku,saya tidak mau bertengkar,rasanya cape sekali hidup ini, saya ingin menenangkan hati,dengan anak yang kedua saya menginap di penginapan dengan tidak memberitahu terlebih dulu,suamiku mencari  melalui telpon,Tanya sana Tanya sini, tapi saya tak bisa membolos dari kerja,suamiku datang ke tempat kerjaan ,saya tak bisa mengelak dan sembunyi  ,akhirnya saya kembali pulang,dengan harapan menjalani rumahtangga lebih tenang lagi, karena sudah yang kedua kalinnya suamiku berjanji,hal itu tidak akan terulang lagi.

      Anaku yang ketiga sudah  berusia 4 tahun, saya biasa di antar suamiku berangkat kerja,di samping itu ada seorang tetangga yang suka ikut karena kebetulan tempat bekerjanya searah, suaminya menitipkan ,agar berangkatnya barengan dengan alas an menghemat ongkos,kami  hampir tiap hari berangkat bareng,dan kamipun tak masalah,karena memang kasian suaminya hanya seorang kenektur bis,ya…..sedikit membantu tetangga,apa salahnya! Akan tetapi lagi-lagi benih asmara dalam lubuk hati yang kasmaran, suamiku sering berangkat bareng tanpa saya, kalo saya harus berangkat lebih pagi atau yang lainya,dan suamiku masih bulak-balik ke tempat kuliah,dengan sedikit bercanda tapi memang berharap ,suamiku mengajak dia untuk pergi ke tempat kuliah,….ikut yu ah ke tempat kuliahku kebetulan ga ada teman……dengan  hati  berharap cemas,ah….kan mau kerja nanti di marahi bos……..terus bagaimana kalo istri bapa tahu….., ah……gampang bisa di atur……jangan ah pa lain kalsaja,soalnya sekarang ga libur kerja. Kali ini tidak berhasil , rasanya gundah gulana hatinya  sang arjuna tersebut, beberapa kali sudah mengajak nya , tapi selalu gagal  selalu beralasan  takut di ketahui  istri bapak  ,padahal  dia selalu menebar pesonanya , apalagi kalo kebetulan ada kesempatan berbicara dengannya ,dengan mata yang di kedip-kedipan seolah-olah memberi  sen untuk  mendapat kesempatan bisa pergi bersamanya, dan  merasa tersanjung  hati seorang sang srikandi tersebut,”APALAH ARTI SEORANG ISTRINYA” suaminya sudah saya dapatkan ,tinggal berkata  ya……aku dapat………,betapa rapuhnya keteguhan dan keimanan suamiku, rasanya  saya berat sekali mempertahankan ,seolah saya sendiri yang mempertahankan sedangkan suamiku tidak ada usaha  sedikitpun untuk berusaha mempertahankan keutuhan rumahtangga,bahkan godaan sepelepun  hampir terjerumus,kalo tidak melihat perubahan sikap dari suaminya,  kami berusaha untuk bertanya  dan saya berusaha untuk mengajak suamiku  mwmpertanyakan perubahan sikap suaminya,awalnya karena saya merasa ga enak dengan tetangga dekat ko …tiba-tiba memalingkan muka kalo bertemu,dengan ijin yang maha kuasa kami silaturahmi ke rumahnya sekaligus mempertanyakan perubahan sikap mereka, seperti di sambar petir di siang bolong mendengar pernyataan keduanya ,apa yang terjadi antara suamiku dan isrtinya,untung saya masih berusaha  selalu bisa menyebut nama yang maha kuasa,ketenangn ,kesabaran lagi-lagi di uji,dan saya selalu  berdoa agar  penyakit puber suamiku segera  di ambil oleh yang  MAHA KUASA amiiiiiii.


    
   

PUBER……..? PENYAKIT ! PUBER……..?  PENYAKIT   ! Reviewed by Abrizeni Duha Perbangga on 11:48 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.